Using Tradisional Furniture Festival cara unik belajar budaya lokal

Beberapa ratus warga Banyuwangi memadati Gedung Wanita Paramita Kencana. Dari kelompok pelajar sampai orang-tua, seakan tidak menginginkan melupakan peluang untuk lihat karya besar beberapa pelukis, pematung, fotografer serta macam mebel khas Using dalam pameran Ampag-ampag Banyuwangi. Harga Furniture 2017

Ampag-ampag berarti mendung menggelayut yang bakal membawa hujan. Hujan disimpulkan sebagai sumber keberkahan untuk orang-orang Banyuwangi. Pameran ini adalah paduan dua moment Banyuwangi Festival (B-Fest) pada bln. Desember. Yaitu Banyuwangi Painting and Photography serta Using Tradisional Mebel Festival, yang di gelar mulai 6 sampai 11 Desember 2016. Harga furniture Terbaru

Bermacam karya nan apik itu berderet serta terpampang cantik dalam bingkai lukisan. Dari mulai lukisan abstrak, modern, alami, romantisme, realisme, sampai ekspresionisme. Sekurang-kurangnya ada 130 seniman lukis baik dari dalam ataupun luar Banyuwangi turut andil dalam pameran ini. Salah satunya Mozez Misdy, S Yadi K, Ilyasin, Elyeser serta pemahat patung Suhartono. Harga furniture

Pengunjungpun terlihat mencermati macam karya-karya itu dengan takjub. Bahkan juga tidak sedikit yang jadikan lukisan itu sebagai latar belakang untuk berselfie. “Bagus sekali patung ini, seperti hidup. Begitu halnya lukisan ini begitu mengagumkan, ” kata salah seseorang pengunjung.

Demikian halnya waktu lihat bidikan beberapa karya fotografer handal Banyuwangi terpampang dalam lajur pameran. Orang-orang begitu terkesima dengan panorama Kawah Ijen, Plengkung serta kesenian Banyuwangi yang di ambil dari sebagian angle.

Asisten Administrasi Umum, Fajar Situasi menyebutkan pameran ini adalah satu fasilitas pemerintah dalam mewadahi karya seniman. ” Dengan dipertunjukkannya karya-karya ini kami menginginkan tunjukkan pada orang-orang, bagaimana bentuk eksistensi seniman kita. Semoga dengan gelaran ini karya mereka makin bekibar serta di kenal, ” kata Fajar saat buka pameran itu, Selasa malam (7/11).

Terkecuali seni lukis, beberapa puluh komune Using juga memaperkan bermacam mebel serta perlengkapan orang-orang suku Using. Benda-benda yang dipajang rata-rata mempunyai usia yang telah beberapa puluh th.. Keaslian mebel ini begitu terbangun, bahkan juga bentuk serta kondisnya masih tetap original. Pengunjung bisa lihat macam meja, kursi, tempat tidur, bangku malas sampai perlengkapan dapur khas orang-orang Using.

“Ini diselenggarakan untuk lebih memperkenalkan kultur kehidupan orang-orang Using yang sebenarnya pada dunia luar. Bagaiamana bentuk tempat tidur, meja makan, kursi tamu sampai perlengkapan dapur yang dipakai orang-orang Using. Orang-orang Using yang sampai saat ini masih tetap memegang teguh tradisi-tradisinya. Kedepan moment sejenis ini selalu di gelar untuk lebih memantapkan Banyuwangi sebagai daerah yang mempunyai bermacam kekayaan seni serta budaya, ” kata Fajar. http://hargafurniture.net/category/lemari/