Tempat Wisata Medan yang Popular Pada Tahun 2017

Tempat Wisata Medan yang Popular Pada Tahun 2017

Tempat Wisata Medan yang Popular Pada Tahun 2017

Medan yaitu kota ke empat paling besar di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, serta Bandung. Populasi penduduknya meraih 2 juta jiwa serta terbagi dalam bermacam etnis, seperti Batak, Melayu, Jawa, Minang, Aceh, serta Tionghoa.

Sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara, Medan jadikan kota penghubung di bidang ekonomi serta komersial untuk lokasi regional. Medan dikenal juga sebagai satu diantara penghubung paling utama lokasi Indonesia dengan Singapura serta Malaysia mengingat tempat ketiganya yanng dekat.

Di bidang pariwisata, Medan memanglah tidak miliki banyak tempat wisata alam yang dapat dieksplorasi dibanding kota-kota lain di Pulau Sumatera, umpamanya Bukittinggi atau Lampung. Tetapi ada Danau Toba, danau paling besar di Indonesia dengan pulau kecil di tengahnya, yang walau tak termasuk juga lokasi kota Medan, banyak dikunjungi wisatawan yang liburan di Medan. Beragam oleh oleh khas Medan banyak juga diincar.

Transportasi menuju Medan

Mulai sejak 25 Juli 2013, Bandara Internasional Kuala Namu resmi beroperasi menukar Bandara Internasional Polonia. Bandara ini adalah bandara yang paling besar ke-2 sesudah Soekarno-Hatta di Jakarta. Yang membuatnya istimewa, Kuala Namu yaitu bandara awal di Indonesia yang mempunyai sarana kereta yang menghubungkan bandara dengan kota Medan.

Tersebut jadwal kereta api dari stasiun Medan ke Kuala Namu : 03. 30 ; 04. 50 ; 06. 15 ; 08. 20 ; 11. 10 ; 13. 45 ; 15. 15 ; 17. 15 ; 19. 20 ; serta 20. 00 WIB. Sesaat jadwal dari Kuala Namu ke Medan yaitu : 05. 50 ; 06. 20 ; 08. 00 ; 09. 25 ; 12. 25 ; 14. 55 ; 16. 25 ; 18. 50 ; 20. 25 ; serta 24. 15 WIB. Pemesanan tiket dapat dikerjakan dengan cara on-line di www. railink. co. id.

Untuk penerbangan segera ke Medan, banyak maskapai penerbangan, baik domestik serta internasional yang sediakan rute ini. Umpamanya Garuda Indonesia, Lion Air, Merpati Nusantara, serta Sriwijaya Air sediakan rute penerbangan ke Medan dari banyak kota di Indonesia, salah satunya Jakarta, Padang, Pontianak, serta Makassar.

Dari Kuala Lumpur serta Singapura, ada Air Asia, Firefly, Garuda Indonesia, Jetstar, Malaysia Airlines, Malindo Air, Silk Air, serta Tigerair yang melayani penerbangan ke Medan.

Berlibur ke Medan

Untuk yang menginginkan relaksasi, dapat menyepi Danau Toba serta nikmati panorama alam di sekelilingnya. Dapat juga lanjut menyeberang ke Pulau Samosir.

Untuk penggemar histori, Kamu dapat menyambangi Istana Maimum peninggalan kejayaan Kesultanan Deli. Sampai sekarang ini Istana Maimum masihlah digunakan untuk upacara kebiasaan serta terima pembesar dari negara lain. Sambangi juga Museum Negara yang menaruh koleksi peninggalan patung-patung serta nisan dari era ke-12.

Istana Maimun

Istana peninggalan Kesultanan Deli ini adalah sisa pusat kerajaan yang terdapat di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumatera Utara. Istana Maimum di bangun pada saat jaya Kesultanan Deli yaitu waktu ada dibawah kepemimpinan Sultan Makmum Al Rasyid Perkasa Alamsyah, tepatnya th. 1888. Bangunan istana terbagi dalam dua lantai yang didominasi warna kuning. Arsiteknya adalah seseorang kapten Koninklijk Nederlandsch Indisch Legar (KNIL) bernama Th Van Erp.

Arsitekturnya mengambil style Timur Tengah, Eropa, India, Melayu, serta Mogul. Tampak dari dinding serta atapnya yang menggabungkan style rancang Melayu serta Timur Tengah, serta pintu dan jendela yang di buat lebar serta tinggi. Sesaat atapnya di buat melengkung seperti kubah masjid, kental dengan nuansa Arab.

Istana terdiri jadi dtiga ruang, yaitu ruangan induk, sayap kanan, serta sayap kiri. Pengunjung diijinkan tour keliling ruang tengah istana, sesaat sisi sayap masihlah ditempati oleh keturunan sultan. Sebagian penginggalan Kesultanan Deli seperti tombak, keris, payung kebesaran, lima gebuk) tempat air untuk membersihkan tangan serta kaki sultan) masihlah tersimpan baik di istana. Dibagian halaman, ada Meriam Puntung, yang menurut legendal adalah jelmaan Putri Hijau. Ia beralih jadi meriam waktu Kesultanan Deli terserang oleh Kerajaan Aceh akibat pinangan pada sang putri tidak diterima.

Jam buka : Sehari-hari jam 08. 00 – 18. 00
Harga tiket : Sumbangan masuk Rp 5. 000 – Rp 10. 000

Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Penangkaran Buaya Asam Kumbang berada di Jalan Bunga Raya II No 59, Sunggal. Penangkaran ini didirikan pada th. 1959. Beberapa ribu ekor buaya yang terbagi dalam beragam type serta ukuran dipelihara disini. Buaya-buaya itu diletakkan di kolam serta danau buatan. Tenang saja, ada jarak yang termasuk aman hingga pengunjung tidak butuh cemas untuk berkunjung ke penangkaran ini.

Jam buka : Sehari-hari jam 09. 00 – 17. 00
Harga tiket : Rp 5. 000.